Hipertrofi Otot

HIPERTROFI DAN HIPERFLASIA

Hipertrofi adalah pembesaran atau pertambahan massa total suatu otot. Semua hipertrofi adalah akibat dari peningkatan jumlah filamen aktin dan miosin dalam setiap serat otot, jadi menyebabkan pembesaran masing-masing serat otot, yang secara sederhana disebut hipertrofi serat. Peristiwa ini biasanya terjadi sebagai respon terhadap suatu kontraksi otot yang berlangsung pada kekuatan maksimal atau hampir maksimal.
Bagaimana kontraksi otot yang sangat kuat dapat menimbulkan hipertrofi? Telah diketahui bahwa selama terjadi hipertrofi, sintesis protein kontraktil otot berlangsung jauh lebih cepat daripada kecepatan penghancurnya, sehingga menghasilkan jumlah filamen aktin dan miosin yang bertambah banyak secara progesif di dalam miofibril. Kemudian miofibril itu sendiri akan memecah di dalam setiap serat otot untuk membentuk miofibril yang baru. Jadi, peningkatan jumlah miofibril tambahan inilah yang terutama menyebabkan serat otot menjadi hipertrofi.
Secara fisiologis, latihan tidak boleh terjadi hipertrofi. Hal ini dikarenakan bahwa jika terjadi hipertrofi maka energi yang dibutuhkan semakin besar dan dapat mengakibatkan kelelahan otot (terjadi penumpukan asam laktat). Semakin banyak asam laktat, konsentrasi H+ meningkat , dan pH menurun. Peningkatan konsentrasi ion H+ akan menghambat kegiatan fosfofruktoksinase, enzim yang terlibat dalam glikolisis sehingga mengurangi penyediaan ATP untuk energi.

Hiperflasia adalah pembengkakan jaringan yang berlebihan. Pada kondisi yang jarang yaitu pada pembentukan kekuatan otot yang ekstrem, selain proses hipertrofi serat, telah diamati terjadi juga peningkatan jumlah serat otot yang sesungguhnya, tetapi hanya beberapa persen saja. Peningkatan jumlah serat ini disebut hiperflasia serat.
Hiperflasia terjadi akibat rangsangan zat karsinogenik atau bahan kimia yang dapat menyebabkan timbulnya kanker karena pembesaran otot yang abnormal. Yaitu adanya mutasi pada otot (pembelahan mitosis pada otot) sehingga terjadi peningkatan atau penambahan jaringan. Sel-sel yang berpotensi menyebabkan kanker, dapat berpindah-pindah ke seluruh tubuh melalui aliran darah dan getah bening (sistem limfatik).
Faktor-faktor yang dapat menyebabkan hiperplasia :
Radiasi : sinar X dan sinar gamma
Bahan Kimia : pewarna anilin dan asap rokok
Bahan iritan fisik : terjadi pada saluran pencernaan
Genetik
Hiperflasia dapat menyebabkan terjadinya anemia, karena terjadi angiogenik pada sel-sel kanker, yaitu pembentukan pembuluh darah baru pada kanker. Sehingga suplai darah yang dibutuhkan oleh jaringan diseluruh tubuh, diambil dan digunakan untuk mensuplai kanker.
Antara hipertrofi dan hiperflasia tidak ada hubungan, karena terjadinya hipertrofi akibat dari kontraksi otot yang berlangsung pada kekuatan maksimal (secara nomal). Otot akan mengalami pembesaran. Sedangkan hiperflasia, terjadi akibat rangsangan zat-zat karsinogenik yang dapat menyebabkan timbulnya kanker. Proses terjadinya hiperflasia dari normal menjadi abnormal. Otot akan mengalami pembelahan secara mitosis, kemudian mengalami pembesaran.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: