Kesehatan Olahraga

Mekanisme Pengaturan Suhu
Pusat pengaturan suhu tubuh yang berfungsi sebagai termostat tubuh adalah suatu kumpulan neuron-neuron di bagian anterior hypothalamus yaitu: Preoptic area. Area ini menerima impuls-impuls syaraf dari termoreseptor dari kulit dan membran mukosa sertadalam hipotalamus. Neuron-neuron pada area peroptic membangkitkan impuls syaraf pada frekwensi tinggi ketika suhu darah meningkat dan frekwensi berkurang jika suhu tubuh menurun.
Impuls-impuls syaraf dari area preoptic menyebar menjadi 2 bagian dari hipotalamus diketahui sebagai pusat hilang panas dan pusat peningkatan panas, dimana ketika distimulasi oleh area preoptic, mengatur kedalam serangkaian respon operasional yang meningkatkan dan menurunkan suhu tubuh secara berturut-turut. Pusat pengaturan tubuh manusia ada di Hipotalamus, oleh karena itu jika hipotalamus terganggu maka mekanisme pengaturan suhu tubuh juga akan terganggu dan mempengaruhi thermostat tubuh manusia. Mekanisme pengaturan suhu tubuh manusia erat kaitannya antara kerja sama system syaraf baik otonom, somatic dan endokrin. Sehingga ketika membahas mengenai pengaturan suhu oleh system persyarafan maka tidak lepas pula kaitannya dengan kerja system endokrin terhadap mekanisme pengaturan suhu tubuh seperti TSH (Thyroid stimulating hormon) dan TRH (Thyrotropin releasing hormon).
Thermoreseptor di kulit dan hipotalamus mengirimkan impuls syaraf ke area preoptic dan pusat peningkata panas di hipotalamus, serta sel neurosekretory hipotalamus yang menghasilkan hormon TRH sebagai tanggapan. Hipotalamus menyalurkan impuls syaraf dan mensekresi TRH, yang sebaliknya merangsang Thyrotroph di kelenjar pituitary anterior untuk melepaskan TSH. Impuls syaraf dihipotalamus dan TSH kemudian mengaktifkan beberapa organ efektor.
Impuls syaraf dari pusat peningkatan panas merangsang syaraf simpatis yang menyebabkan pembuluh darah kulit akan mengalami vasodilatasi. Vasodilatasi menaikkan aliran darah hangat, sehingga dalam tubuh internal akan terjadi pembentukan panas. Pembentukan panas yang selanjutnya akan dipindah dari internal kekulit menyebabkan temperatur tubuh internal meningkatkan reaksi metabolic melanjutkan untuk produksi panas.
Impuls syaraf di nervus simpatis menyebabkan medulla adrenal merangsang pelepasan epinephrine dan norepinephrine ke dalam darah. Hormon sebaliknya menghasilkan peningkatan metabolisme selular, dimana meningkatkan produksi panas.
Kelenjar tiroid memberikan reaksi terhadap TSH dengan melepaskan lebih hormon tiroid kedalam darah. Peningkatan kadar hormon tiroid secara perlahan-lahan meningkatkan metabolisme rate, dan peningkatan suhu tubuh.

Skema meningkatnya Produksi Panas

Stimulus yang mengganggu homeostasis
menurun

Suhu tubuh

Reseptor :
Kulit, membran mukosa dan Hipotalamus

Pusat pengaturan:
Preoptic area, pusat peningkatan suhu tubuh,
Sel neurosekretory di hiptalamus dan
Thyrotrope di anterior kelenjar pituitary

Efektor:
– Vasokonstriksi pembuluh darah menurunkan
kehilangan panas melalui kulit
– Medulla adrenal melepaskan hormon yang
dapat meningkatkan metabolisme sel
– Kelenjar thyroid melepaskan hormon tiroid yang
meningkatkan metabolisme rate

Meningkatnya suhu tubuh

Kembanli ke homeostatis tubuh

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: