Kelelahan Otot

KELELAHAN OTOT

Pengertian
Kelelahan adalah suatu mekanisme perlindungan tubuh agar tubuh terhindar dari kerusakan lebih lanjut sehingga terjadi pemulihan setelah istirahat.

Penyebab terjadinya kelelahan otot
A.Teori Kimia menjelaskan bahwa terjadinya kelelahan otot karena:
Sirkulasi darah terhambat karena terjadi vasokontriksi.
Menurunnya kadar gula di dalam darah yang akan mempengaruhi produktifitas kerja otot.
Meningkatnya sisa metabolisme berupa asam laktat yang akan terakumulasi sehingga otot menjadi lelah.
B.Teori Syaraf Pusat menjelaskan bahwa perubahan kimia hanya merupakan penunjang proses.
Perubahan kimia yang terjadi menyebabkan dihantarkannya rangsangan syaraf melalui syaraf sensoris ke otak yang disadari sebagai kelelahan otot.
Rangsangan aferen ini menghambat pusat-pusat otak dalam mengendalikan gerakan sehingga frekuensi potensial kegiatan pada sel syaraf menjadi berkurang dan menyebabkan menurunnya kekuatan dan kecepatan kontraksi otot serta gerakan atas perintah menjadi lambat.
Sehingga semakin lambat gerakan seseorang menunjukkan semakin lelah kondisi seseorang.

Mekanisme terjadinya kelelahan otot
A.Teori Kimia
Pada saat berolahraga, kerja jantung akan meningkat, suhu tubuh meningkat dan metabolisme pun meningkat.
Menyebabkan pembuluh darah mengalami vaso kontriksi akibat meningkatnya tekanan intramuskuler selama kontraksi
Sehingga jumlah suplai oksigen dan kalori menurun serta terhambatnya pembuangan asam laktat yang menimbulkan penurunan kemampuan kontraksi otot.
Kemampuan tubuh untuk membuang panas akan menurun, maka terjadi peningkatan suhu yang berisiko mengakibatkan kerusakan jaringan.
Glukosa dibutuhkan saat proses pembentukan energi, yang akan menurun jumlahnya karena terjadi vasokontriksi yang menyebabkan suplai glukosa terhambat.
Karena kadar glukosa dalam darah berkurang, maka energi yang dihasilkan juga berkurang yang akan menyebabkan menurunnya produktifitas otot.
Jika kadar glukosa dalam darah semakin menipis, maka glikogen dalam hati dan otot akan dibongkar untuk diubah menjadi glukosa
Akumulasi asam laktat akan menumpuk di otot dan di pembuluh darah.
Menyebabkan konsentrasi H+ meningkat sehingga mengurangi jumlah asetilkolin yang menyampaikan implus motorik ke otot.
B. Menurut Astrand et al. (2003) kelelahan neuromuskuler dapat terjadi pada:otot, neuromusculer junction, dan pada jalur syaraf di atasnya.
Kelelahan pada otot dapat terjadi karena habisnya komponen energi (seperti glikogen dan kreatinin posfat) serta menumpuknya asam laktat dalam otot.
Kelelahan neuromusculer junction terjadi akibat berkurangnya asetilkolin di dalam vesikel atau berkurangnya sensitivitas terhadap reseptor asetilkolin pada membran post sinaptik (gambar 6).
Pada jalur syaraf di atasnya juga dapat terjadi kelelahan akibat berkurangnya eksitasi motoneuron dan perubahan input motoneuron dari perifer.
Setelah glikogen berubah menjadi glukosa, proses pembentukan energi berlangsung kembali
Apabila cadangan glikogen dalam hati dan otot menipis, tubuh akan memanfaatkan lemak tubuh untuk dibakar sebagai energi pengganti
Setelah berkontraksi cukup lama dan cadangan lemak tubuh menipis, otot akan kehabisan energi yang akan mengakibatkan otot kita terasa nyeri
Akumulasi dari asam laktat sebagai hasil sisa pembakaran akan merangsang neuromuscular-junction untuk memberi peringatan pada otak berupa rasa lelah.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: