Perkembangan Motorik

PERKEMBANGAN MOTORIK

Pengertian masa prenatal dan masa bayi
Masa Prenatal adalah masa konsepsi atau masa pertumbuhan, masa pembuahan sampai dengan masa pertumbuhan dan perkembangan individuyaitu pada saat pembuatan telur pada ibu oleh spermazoa pada ayah, bila spermatozoa pada laki-laki memasuki ovum pada perempuan terjadilah konsepsi atau pembuahan, terjadinya pembuahan semacam ini biasanya berlansung selama 280 hari, perkembangan pokok pada masa ini ialah perkembangan fisiologis berupa pembentukan struktur tubuh (Zanikhan, 2008).
Masa Bayi adalah Pertumbuhan Perkembangan yang terjadi pada individu manusia sejak dilahirkan atau terlepas dari fetus yang tadinya sangat tergasntung pada rahim seorang ibu kini anak menjadi bebas (Zanikhan, 2008).
Masa orok atau masa infansi adalah masa perkembangan individu yang berlansung sangat singkat dan meripakan masa yang sangat pendek dalam kehidupan manusia  setelah dilahirkan, lamanya masa ini adalah sejak lahir sampai umur 2 minggu. Masa ini terbagi 2 periode yaitu masa fortunate yang berlansung sejak bayi lahir sampai 15 – 30 menit pertama sampai diguntingnya tali pusat, sejak saat ini bayi bukan lagi parasit tetapi benar-benar telah menjadi individu yang terpisah dan berdiri sendiri. Masa kedua adalah masa neonate yang berlansung sejak diguntingnya tali pusat sampai usia dua minggu (Zanikhan, 2008).
Masa bayi ini dimulai sejak berakhirnya masa orok ( 2 minggu sampai akhir tahun kedua dari kehidupan ). Jika pada masa orok kehidupan bayi sangat tergantung pada bantuan orang dewasa. Maka pada masa bayi ketergantungan itu sudah mulai berkurang. Hal ini disebabkan oleh semakin bertambahnya kemampuan bayi untuk berdiri sendiri. Sebagai akibat dari penguasaan badan yang cepat dimana memungkinkan bayi duduk, berdiri, berjalan serta memanipulasi objek sesukanya (Zanikhan, 2008).

Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada prenatal dan bayi 1. Nutrisi
Protein, vitamin dan mineral merupakan nutrisi penting bagi perkembangan prenatal. Ibu hamil dengan konsumsi nutrisi tidak seimbang juga akan memiliki kecenderungan melahirkan dalam kondisi prematur dengan berat bayi dibawah normal. Ketidakcukupan asupan nutrisi pada bulan-bulan terakhir kehamilan akan sangat mempengaruhi perkembangan sistem syaraf fetus. Hal ini disebabkan kerena pada masa itulah otak mulai berkembang.
2. Stres
Stres akut/ekstrem/berkepanjangan pada ibu hamil dapat membahayakan perkembangan prenatal melalui beberapa cara:
1. Saat stres terjadi, tubuh akan memproduksi hormon yang dapat menghambat aliran oksigen dari ibu ke janin.
2. Stres melemahkan sistem imun ibu hamil. Sehingga sang ibu dapat dengan mudah terserang penyakit yang membahayakan perkembangan prenatal.
3. Ibu hamil dengan kondisi stres cenderung mengkompensasikannya dengan meminum alkohol, merokok serta makan, olah raga dan beristirahat dengan tidak teratur. Semua tindakan tersebut sangat membahayakan perkembangan janin.
3. Usia Ibu
Secara umum, usia optimal bagi ibu untuk hamil dan melahirkan adalah 20 sampai 35 tahun. Bayi dari ibu berusia lebih muda atau lebih tua cenderung mengalami lebih banyak permasalahan.
Ibu hamil berusia remaja umumnya memiliki anak dengan kemampuan akademis yang tidak maksimal dan memiliki masalah dalam perilaku. Hal ini dikarenakan sebagian besar ibu berusia remaja belum memiliki pengetahuan yang memadai tentang kehamilan dan perawatan bayi, tidak mampu secara finansial untuk mendapatkan perawatan kesehatan maksimal dan lebih sering mengalami permasalahan dalam pernikahannya. Sementara itu, ibu hamil dengan usia lebih tua cenderung mengalami kesulitan pada masa kehamilan dan kelahiran. 4. Teratogen
Teratogen merupakan istilah untuk penyebab terjadinya perkembangan abnormal prenatal (Ayurai, 2009).

Latihan-latihan yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan pada prenatal dan bayi
Pada masa prenatal, pertumbuhan dan perkembangannya ditentukan oleh kondisi dari ibunya, baik fisik maupun psikis. Adapun latihan-latihan yang baik untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin diantaranya dengan mendengarkan musik-musik klasik saat janin berumur antara 30-37 minggu. Mengapa demikian?
Menurut Rappert (1988), seorang peneliti di Laboratorium Chromobiology Harvard Medical School, menjelaskan bahwa jika setiap hari sang ibu mendengarkan musik-musik klasik maka hal ini dapat merangsang perkembangan sensorik dan motorik pada janin. Sang janin akan melakukan gerakan-gerakan dengan mengikuti irama dari music klasik tersebut (Suparlan, 2008).
Sedangkan menurut Fijee (1981), dengan musik klasik, sang ibu akan merasa nyaman dan tenang atau dengan kata lain kondisi psikis sang ibu terkendali atau terkontrol sehingga janin dalam kandungan merasa tenang (Suparlan, 2008).
Selain itu, yoga juga baik untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Mengapa demikian? Ternyata dengan berlatih yoga, dapat memperlancar peredaran darah dalam tubuh sang ibu dan dapat mengatur nafas serta mengatur emosi (psikis) (Kompas.com, 2009).
Pada masa bayi, latihan-latihan yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan sang bayi diantaranya. Dengan pijat bayi, hal ini dilakukan untuk merelaksasi otot pada bayi yang kaku atau kejang, sehingga sang bayi merasa nyaman dan tidak merasa sakit. Selain itu, bayi juga dapat diberikan latihan dengan mengenalkan pada benda-benda. Hal ini dapat merangsang perkembangan sensorik dan motorik sang bayi.
Latihan-latihan pada usia 2 minggu sampai 2 tahun, yaitu hal-hal yang dapat mengarah pada perkembangan motorik, misal dengan diajarkan tengkurap, terlentang, duduk dan lain-lain.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: