Psikologi

PSIKOLOGI

Macam-Macam Berpikir
1. Berpikir Deduktif
Deduktif merupakan sifat deduksi, kata deduksi berasal dari kata latin deducere (de berarti dari, dan kata ducere berarti mengantar, memimpin), dengan demikian kata deduksi yang diturunkan dari kata itu berarti mengantar dari suatu hal ke hal lain. Sebagai suatu istilah dalam penalaran, deduksi merupakan proses berfikir (penalaran) yang bertolak dari proposisi yang sudah ada, menuju proposisi baru yang berbentuk suatu kesimpulan (Keraf, 1994:57).
Meskipun cara ini kurang sempurna, tetap bermanfaat kalau deduksi ini didasarkan pada suatu perumusan yang betul. Dasar dari pelajaran ilmu pasti dan alam adalah demikian pula halnya, dari suatu rumus umum dapat ditarik berbagai kesimpulan. Metode berpikir ini disebut berpikir analisi (Drs. Alex Sobur, M.Si. 2003:205).
2. Berpikir Induktif
Induktif artinya bersifat induksi. Induksi adalah proses berpikir yang bertolak dari satu atau sejumlah kejadian individual untuk menurunkan suatu kesimpulan (inferensi).Jadi , berpikir induktif (inductive thinking) ialah menarik suatu kesimpulan umum dari berbagai kejadian (data) yang ada disekitarnya (Drs. Alex Sobur, M.Si. 2003:215-216).
Tepat atau tidaknya kesimpulan (cara berpikir) yang diambil secara induktif ini terutama bergantung pada representatif atau tidaknya sampel yang diambil, yang mewakili fenomena keseluruhan. Makin besar jumlah sampel yang diambil, makin representatif dan makin besar pula taraf validitas dari kesimpulan itu, begitupn sebaliknya. Taraf validitas kebenaran kesimpulan itu masih ditentukan pula oleh objektivitas dari si pengamat dan homogenitas dari fenomena-fenomena yang diselidiki (Purwanto, 1998:47-48).
3. Berpikir Evaluatif
Berpikir evaluatif ialah berpikir kritis, menilai baik-buruknya, tepat atau tidaknya suatu gagasan. Dalam berpikir evaluatif, kita tidak menambah atau mengurangi suatu gagasan, kita menilainya menurut kriteria tertentu (Rakhmat, 1994).
Perlu diingat bahwa jalannya berpikir ada dasarnya ditentukan oleh berbagai macam faktor. Suatu masalah yang sama, mungkin menimbulkan pemecahan yang berbeda-beda pula. Adapun faktor-faktor yang memengaruhi jalannya berpikir itu, antara lain, yaitu bagaimana seseorang melihat atau memahami masalah tersebut, situasi yang tengah dialami seseorang dan situasi luar yang dihadapi, pengalaman-pengalaman orang tersebut, serta bagaimana inteligensi orang itu (Drs. Alex Sobur, M.Si. 2003: 216)

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: